Selasa, 20 Desember 2011 - 14:12:51 WIB
Ekspose Rencana Suplesi Irigasi bersama Kepala Balaibesar Wilayah Mesuji Sekampung
Diposting oleh : Humas
Kategori: Informasi - Dibaca: 1383 kali

Untitled Document Kabupaten Way Kanan yang merupakan kabupaten paling utara dari provinsi lampung berbatasan dengan provinsi Sumatera Selatan (Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur) berjarak kurang lebih 200 Km dari Bandar Lampung.

Kabupaten Way Kanan juga disebut sebagai Bumi Ramik Ragom Bumi Petani hal ini disebabkan karena kultur budaya yang beragam dengan penduduk terdiri dari bermacam-macam suku baik itu pribumi (Lampung), Jawa, Sunda, Semendo, Ogan dan Bali dan juga disebut sebagai bumi petani dikarenakan sebagian besar mata pencarian penduduk Way Kanan adalah dengan mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan.
Potensi sektor pertanian dan perkebunan diwilayah ini mempunyai peluang yang sangat besar sebagai andalan untuk mensejahterakan masyarakat dikemudian hari terutama tanaman andalan seperti Karet, sawit dan padi hanya diharapkan kedepan pengelolaan dan pembinaan terhadap tanaman tersebut perlu lebih ditingkatkan lagi.
Potensi Lahan Persawahan di Kabupaten ini didukung oleh banyaknya sungai sungai yang ada, seperti Way Umpu dengan panjang sungai 100 Km dengan DAS 1.179 Km2, Way Besai dengan panjang sungai 113 Km dengan DAS seluas 870 Km2, Way Tahmi panjang 60 Km dengan DAS 550 Km2, Saluran Cannal Komering panjang 35 Km (wilayah Way Kanan).

Penanganan Jaringan irigasi teknis di Kabupaten Way Kanan pada kondisi saat ini baru memanfaatkan Way Umpu sebagai sumber air irigasi meliputi wilayah 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Banjit dan Kecamatan Baradatu dengan masing-masing luas persawahan fungsional 4.064 Ha dan 3.413 Ha.

Kabupaten Way Kanan merupakan lumbung padi yang potensial untuk dikembangkan kedepan dalam upaya perkuatan pangan di daerah, hal ini dapat kita tinjau dari potensi-potensi jaringan irigasi yang ada di Kabupaten ini baik yang dikelola secara optimal maupun yang belum tertangani secara Optimal oleh Kabupaten seperti Daerah Irigasi (DI) Komering , karena sebagian irigasi ini masuk daerah Kabupaten Way Kanan dengan luas lahan terairi kurang lebih 2.456 Ha dari lahan baku 5.136 Ha yang terletak pada Kecamatan Bumi Agung seluas 860 Ha dan sisanya terletak pada Kecamatan Buay Bahuga dan Bahuga.
Selain DI Komering, Kabupaten Way Kanan memiliki DI Way Umpu dan Way Neki dengan data-data sebagai berikut :
A. DI Way Umpu
- Type bendung : Bangunan Sadap /River Weir
- Lokasi : Desa Rantau Temiang Kecamatan Banjit
- Tahun Bangun : 1977
- Tahun Operasional : 1982
- Perencana : Nippon Koei
- Pelaksana Pembangunan :
- Lahan Rencana : 12.500 Ha
- Lahan Baku : 5.013 Ha
- Lahan Olahan : 7.487 Ha
- Lokasi Lahan Olahan : Kecamatan Banjit : 4.064 Ha,
Kecamatan Baradatu : 3.413 Ha
- Debit Rencana (Q) : 12.442 l/dt
- Luas Basah (L) : 956,0 m
- Saluran Primer dibagi 2 (dua) Saluran yaitu :

a. Bangunan Neki (BN)
- Luas Lahan Olahan : 5.238 Ha
- Debit Rencana (Q) : 7.805 l/dt
- Lokasi Lahan terairi : Kec. Banjit 2.021 Ha, Kec. Baradatu 3.217 Ha
- Panjang Saluran Primer : 28 Km

b. Bangunan Rantau Temiang (BRT)
- Luas Lahan Olahan : 2.249 Ha
- Debit Rencana (Q) : 3.351 l/dt
- Lokasi Lahan terairi : Kec. Banjit 2.043, Kec. Baradatu 206 Ha
- Panjang Saluran Primer : 6,3 Km

B. DI Way Neki
- Type bendung : Bangunan Sadap kecil /Weir
- Lokasi : Desa Jukuh Batu
- Tahun Bangun : 1982
- Tahun Operasional : 1982
- Perencana : Nippon Koei
- Pelaksana Pembangunan : PT. ..
- Lahan Baku : - Ha
- Lahan Olahan : 229 Ha
- Lokasi Lahan Olahan : Kecamatan Banjit : 229 Ha
- Debit Rencana (Q) : 500 l/dt

Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhan lahan baik bagi petani tanaman keras maupun perladangan pada daerah hulu Way Umpu, menyebabkan perubahan pola dan sifat air akibat dari rusaknya daerah tangkapan air, kerusakan ini menimbulkan permasalahan besar dikemudian hari yang mengakibatkan bahwa pada musim penghujan air permukaan Way Umpu akan meluap menghanyutkan batu-batuan, sedangkan pada musim kemarau air sungai susut sehingga tak lagi mampu meliwati tanggul pelimpas dan bahkan debit air susut sedemikian rupa sehingga hanya mencapai 4,2 M3/det.

Disisi lain akibat animo masyarakat pada pertanian padi terutama persawahan semakin lama semakin meningkat dikarenakan sektor ini masih merupakan primadona dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani, sehingga perluasan areal persawahan didaerah irigasi berkembang pesat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dimaksud yang mengakibatkan kebutuhan akan air irigasi melampaui debit rencana dalam perencanaan sebelumnya.

Sehingga telah dilakukan atas pertimbangan kondisi yang ada dan untuk menghindari permasalahan yang ditimbulkan akibat berubahnya pola Way Umpu secara otamatis perlu diambil langkah kebijakan pengaturan air maka ditingkat petani telah dibuat kesepakatan pembagian air secara bijaksana untuk menghindarkan terjadinya permasalahan yang lebih luas yaitu pada musim rendeng ( penghujan ) seluruh petani pada DI Way Umpu dapat menanam padi serentak, namun pada musim gado ( Kemarau )kemampuan DI Way Umpu hanya mampu mengairi 22 % dari luas lahan sawah yang ada yaitu sekitar 2.466 Ha, untuk itu dilakukan penggiliran setahun sekali untuk Saluran Ke arah BN dan BRT.

Tentunya kebijakan ini sangat berpengaruh pada produktifitas padi di Kabupaten Way kanan yang belum dapat dioptimalkan dan tak sebanding dengan luas lahan yang ada (7.487 Ha) karena pada tingkat petani belum dapat panen 3 (tiga) kali setahun yang disebabkan kurangnya debit air irigasi.
Pengaruh susutnya debit Way Umpu juga sangat berpengaruh pada lahan-lahan baku rencana persawahan yang belum terolah, faktor waktu karena lama menunggu menyebabkan timbulnya alih fungsi lahan dari lahan baku persawahan menjadi lahan perkebunan, baik itu perkebunan karet maupun perkebunan sawit yang saat ini lagi tren ditingkat masyarakat Way Kanan.

DI Way Neki merupakan river weir skala kecil pada hulu Way Neki yang terletak pada daerah dataran tinggi dimana posisi ini merupakan sangat baik untuk bangunan sadap karena langsung dari pengambilan yang berupa cekungan sungai, sehingga pengaruh musim kemarau tidaklah siknifikan mempengaruhi debit air, begitu juga pada musim hujan pengaturan pintu air dapat membuang kelebihan debit yang diinginkan kembali ke sungai.

Permasalahan yang ada pada DI Neki hanya terletak pada saluran primer maupun skunder, dimana salarun ini sebagian besar masih merupakan saluran tanah (non teknis) dan sebagian lagi bangunan lama sudah perlu adanya perbaikan akibat longsor.
Kabupaten Way Kanan telah melakukan perbaikan dan pemeliharaan secara bertahap, karena walaupun kecil debit air ini mampu membantu dan menyokong lahan persawahan pada DI Way Umpu terutama pada daerah yang lebih tinggi dari saluran primer.

Pembangunan infra struktur merupakan pembangunan biaya tinggi, untuk itu upaya pemerintah dalam bidang ini selalu diikuti oleh study eligiblitas (kelayakan) serta kajian benefit cost untuk mengetahui tingkat kelayakan dan manfaat pembangunan didalam kajian ekonomi, sehingga akan diketahui Break event poin terhadap kajian dimaksud.
Selain itu kajian analisa ampak lingkungan sangat diperlukan untuk mengetahui pengaruh objek pembangunan terhadap lingkunganya.

Untuk itu Pemerintah provinsi Lampung melalui Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji- Sekampung pada tahun 2006 telah melakukan study dan kajian Kajian terhadap optimalisasi permasalahan pada DI Way Umpu sesuai dengan kewenanganya, sehingga disimpulkan sebagai optimalisasi lahan persawahan yang ada dengan menambah suplay air dari Way Besai /Way Besai river weir and suplection cannal yang terletak pada Umbul Nanas yang terhubung pada BN 5-6 di Kecamatan Banjit.

Data-data sebagai berikut :
- Type bendung : Bangunan Sadap / Way Besai River Weir
- Lokasi : Umbul Nanas Kec. Banjit
- Perencana : Nippon Koei
- Panjang Saluran Primer : 6,7 Km
- Lebar Lahan Pembesan : 100 mtr
- Sasaran : BN 5 BN 6 Saluran Primer Way Umpu
- Type sasaran : Penambahan Debit / Suplay Cannal
- Debit Rencana : 500 lt/det.

Dimensi Rencana :
1. Dimensi Bangunan Sadap / River wier
- Bentang Sungai : 60 Meter
- Bangunan Pelimpas : Tinggi 7 Meter
- Pintu Air :
-
2. Dimensi Saluran Primer / Suplection Cananal
Type Saluran : Saluran Terbuka & Talang
Ar : 3.540 Ha
Qr : 6,03 m3/det
b : 3,20 m
h : 1,5 m
m : 0
k : 70
v : 1,303 m/s
l : 0,00050
w : 0,75 m

Way Besai river weir and Suplection Cannal ini adalah secercah harapan bagi Kabupaten Way kanan untuk menjadi daerah lumbung padi terbesar diprovinsi Lampung dalam rangka mendukung program nasional mencapai swasembada pangan nasional dengan perkuatan swasembada pangan didaerah yang merupakan tanggung jawab bersama baik itu pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten sebagai upaya memenuhi Standar Optimalisasi Kebutuhan Hidup Masyarakat guna meningkatkan tarap hidup yang layak dan mensejahteraan masyarakat.

Perhatian Pemerintah pusat dalam upaya realisasi sangat diharapkan, mengingat kewenangan kabupaten hanya terbatas pada pengelolaan jaringan irigasi dengan luasan < 1.000 Ha, disisi lain dukungan Pemerintah propinsi dan segenap stake holder sangat diharapkan dalam upaya realisasi pembangunan ini, karena pertimbangan keuangan Kabupaten serta kewenangan penangan tidak memungkinkan untuk dapat merealisasikan harapan masyarakat ini.


63 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Untitled Document
 
    INFO AKOMODASI
    Peta
 



Copyright (C) 2010 Pemerintah Kabupaten Way Kanan - Lampung