PENILAIAN LOMBA KESATUAN GERAK PKK-KB-KESEHATAN TINGKAT PROPINSI LAMPUNG DI KAMPUNG BUMI HARJO KEC BUAY BAHUGA KAB. WAY KANAN
Rabu, 28 Januari 2009
Bupati :
Pada kesempatan yang baik ini, saya atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan mengucapkan “Selamat Datang” kepada Ketua Tim Penilai, beserta rombongan dari Propinsi Lampung di Kampung Bumi Harjo Kecamatan Buay Bahuga ini, yang sebentar lagi akan diadakan penilaiannya.
Pelaksanaan penilaian lomba Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan yang kita laksanakan saat ini, merupakan penilaian prestasi atas pelaksanaan program-program dan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, baik oleh Dinas Instansi terkait kepada warga binaan, maupun kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh warga masyarakat di Kampung yang menjadi sasaran penilaian dengan berbagai indikator penilaian yang telah ditentukan. Kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Tahun ini juga di kaitkan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Bulan Desember 2008 serta momentum kegiatan tingkat Nasional lainnya.
Kampung Bumi Harjo merupakan salah satu Kampung yang mewakili Kabupaten Way Kanan untuk diikutsertakan dalam Lomba Kesatuan Gerak PKK-KB– Kesehatan Tingkat Propinsi Tahun 2008 yang penilaiannya dilaksanakan Tahun 2009 ini. Selanjutnya Saya mengajak saudara-saudara dan Ibu-Ibu PKK untuk mengambil makna dari mengikuti lomba ini, dengan senantiasa meningkatkan peranan Gerakan PKK sebagai gerakan yang tumbuh dari bawah, yang dimotori oleh wanita dengan 10 (sepuluh) program pokoknya dan pembangunan bidang KB-Kesehatan secara terpadu, antara jajaran Tim Penggerak PKK Kabupaten, Badan Keluarga Berencana serta Dinas Kesehatan dan Instansi terkait lainnya.
Walaupun memang jumlah penduduk Kabupaten Way Kanan masih relatif sedikit, berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil saat ini penduduk Kabupaten Way Kanan berjumlah 417.795 jiwa yang menempati wilayah 3.921,63 Km2, berarti kepadatan penduduk Way Kanan baru mencapai rata-rata 106,5 jiwa/Km2.
Dengan kondisi yang demikian, masih dimungkinkan lagi tambahan jumlah penduduk, terutama penduduk usia produktif, sehingga daerah-daerah yang saat ini masih jarang penduduknya, terutama di tepi jalan raya dapat penuh oleh rumah-rumah dan pemukiman. Namun untuk keluarga golonngan tertentu yang memiliki masalah dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya, perlu diberikan pengertian dan anjuran jalan keluarnya untuk dapat mengikuti program KB. Jangan sampai sebuah keluarga kurang mampu, karena ketidak-tahuannya dan ketidak-pedulian kita, memiliki banyak anak, sedangkan ia sangat susah memenuhi kebutuhan makan dan belanja keluarga, sehingga terkadang timbul masalah seperti gizi buruk dan penyakit berbahaya, yang sulit untuk kita deteksi melalui Puskesmas dan Posyandu. Hal-hal semacam ini harus kita tangani secara bersama-sama dengan senantiasa memperhatikan tetangga di sekitar kita, oleh karenanya, para petugas KB harus secara pro-aktif memberikan anjuran bagi keluarga yang membutuhkan bimbingan dalam upaya mensukseskan program KB Nasional ini.
Program KB-Kesehatan harus dipahami oleh masing-masing keluarga dalam masyarakat, karena di dalam keluarga-lah peranan program KB akan dirasakan manfaatnya. Sehingga secara bertahap setiap keluarga dapat dan mau menjaga jarak kelahiran anaknya, yang memungkinkan terpenuhinya kebutuhan dasar masing-masing anggota keluargannya. Hal ini tentu bertentangan dengan pepatah kuno, banyak anak banyak rejeki, terlebih kondisi perekonomian bangsa kita masih belum membaik, yang ditandai dengan masih mahalnya harga sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Namun masyarakat harus diyakinkan untuk percaya, bahwa program KB Nasional bertujuan menciptakan keluarga Indonesia yang sejahtera. Mengingat pentingnya peranan keluarga, dalam menyiapkan dan mengembangkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, maka keluarga perlu memperoleh pembinaan dan peningkatan di bidang kesejahteraan dan ketahanan dalam memenuhi kebutuhan materi, spiritual dan kebutuhan sosial, melalui pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga secara baik dan optimal.
Untuk memaksimalkan pelayanan KB-Kesehatan bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus melakukan upaya-upaya dengan meningkatkan kemampuan dan fasilitas bagi petugas pelayanan KB-Kesehatan. Seperti pada tanggal 12 Januari 2009 yang lalu, kita telah memberikan 19 unit kendaraan roda dua kepada petugas lapangan KB, di samping itu untuk bidang kesehatan, terus kita lakukan peningkatan fasilitas mulai dari rehabilitasi dan pembangunan Puskesmas Pembantu, Puskesmas rawat inap dan peningkatan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah. Saat ini kita telah memiliki 5 orang dokter spesialis, puluhan dokter umum dengan dukungan tenaga medis dan para-medis yang siap membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.